Kamis, 27 Oktober 2011

tugas 1 online (bu derinta)

tugas 1 online (Bu derinta)


Regional scientific meeting

1. Susunan acara :
Berlangsung selama 4 hari 3 malam.
Jumlah perserta meeting yang akan datang berasal dari berbagai bangsa di Asia dan Pasifik, dengan jumlah 90 orang anggota dan peninjau 34 orang.
Tempat: Gedung Sky Line Block Convention Center, Jakarta selatan.
Bertempat di 4 ruang menurut komite yang dibagian menurut komite nya masing-masing.
Jenis konvensi berukuran sedang.
Fasilitas penunjang :
·         Kursi dan meja (fleksibel table)
·         Plat form
·         Karpet, red carpet
·         Meja mimbar / podium
·         Bulletin board
·         Audio visual equipment ( LCD, Mic, Laser)
·         Tempat sampah.
·         Aminities ( vas bunga, note, pen, air mineral, goodie bag)
Layout pertemuan terbagi menjadi 4 :
·         Conference style
·         Hollow square
·         U-shape
·         Horseshoe
Akomodasi yang tersedia:
·         Shuttle service untuk antar jemput dari airport ke hotel.

2. Menentukan akomodasi lebih tepat di sekitar SLCC sperti di hotel sultan. karena selain dekat juga memiliki standard bintang 5 dan memiliki ballroom yang memenuhi kapasitas, dan untuk peserta yang vegetarian harus didata, agar makanan yang disajikan sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan, diadakannya dinner untuk seluruh peserta dan pendamping, untuk mempermudah transport disediakan shuttle bus agar mempermudah transportasi dari hotel ke SLCC
Jenis-jenis acara makan dan minum dengan menyediakan round table.
   1. Morning Break
   2. Afternoon Break
   3. Lunch Menu
   4. Conference Dinner

3. rencana rekreasi bisa dilaksanakan ke pusat perbelanjaan seperti FX life center atau ke Gelora Bung Karno. untuk anak-anak disediakan area bermain.

4. Penyetingan ruangan yang nyaman dan enak dipandang. sesuai dengan tema yang akan dibahas pada rapat tersebut, maka perlu dekorasi seperti, adanya poster poster buletin board yang mendukung terlaksananya konferensi ini, yang diletakan sebelum pintu masuk ruangan rapat. juga penentuan penginapan bagi para peserta meeting.

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
    1. Lokasi Meeting
    2. Jarak dan alokasi waktu
    3. Daftar tempat peserta menginap
   4. Ketersediaan dan jenis kendaraan yang dipergunakan
   5. Biaya yang harus dikeluarkan untuk shuttle service.
   6. Serta rekreasi
   7. Aktifitas lainya yang dapat diusulkan pada komite lokal.
   8. Penanganan Peserta Konvensi
   9. Penanganan Permintaan Khusus
   10. Program Khusus

Selasa, 25 Oktober 2011

tugas 6 ( kuliah online )

1.Apa yang anda ketahui tentang CBIS ?
Computer Based Information System (CBIS)
CBIS adalah Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.
Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
2.Apa peran spesialis informasi terhadap pengembangan CBIS?
Istilah spesialis informasi digunakan untuk menggambarkan pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara sistem berbasis komputer, yg terdiri dari :
- Analis Sistem
- Pengelola Database
- Spesialis Jaringans
- Pemakai
- Programmer
- Operator
- Komputer

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tugas 5


1.Apa tujuan dari informasi perlu diamankan?
·        Tujuan informasi perlu diamankan adalah untuk melindungi kerahasiaan,integritas dan ketersediaan informasi.Dengan tumbuhnya berbagai penipuan,spionase,virus dan hackers sudah mengancam informasi bisnis manajemen oleh karena meningkatnya keterbukaan informasi dan lebih sedikit kendali atau control yang dilakukan melalui teknologi informasi modern.Sebagai konsekuensinya,meningkatkan harapan dari para manajer bisnis,mitra usaha,auditor,dan stakeholders lainnya menuntut adanya manajemen informasi yang efektif untuk memastikan informasi yang menjamin kesinambungan bisnis,meminimalisir kerusakan bisnis dengan pencegahan dan meminimalisir dampak peristiwa keamanan.
2. Apa yang dilakukan oleh manager apabila informasi tidak akurat,
tidak aman dan tidak relevan?
·        Yang harus dilakukan oleh seorang manajer apabila informasi tidak akurat,tidak aman dan tidak relevan adalah melakukan suatu tindakan dengan cara mengevaluasi kembali informasi yang di dapat agar informasi tersebut dapat diralat,sehingga menjadi informasi yang akurat.Dan seandainya jika informasi tersebut tidak dapat dipakai,maka manajer harus mengganti dan mencari informasi yang up todate dan akurat.
3. Bagaimana tahapan2 dalam mengamankan informasi ? Jelaskan 
·        Mengidentifikasi ancaman: Setiap perusahaan di tuntut untuk dapat mengindentifikasi suatu ancaman yang bertujuan untuk mengantisipasi masalah yang mungkin akan terjadi.
·        Mengenali resiko: Mengenali resiko di dalam suatu informasi merupakan salah satu element penting yang di perlukan di dalam suatu informasi karena di setiap informasi mempunyai resiko masing - masing yang berpengaruh pada pengambilan suatu keputusan.
·        Menetapkan keamanan kebijakan informasi: Setiap perusahaan mempunyai kebijakan tersendiri tentang keamanan informasi bisanya nya informasi tersebut bersifat khusus/ informal, yang mengetahui informasi tersebut adalah orang - orang tertentu yang di percaya oleh perusahaan untuk menjaga informasi tersebut.
·        Menerapkan pengawasan: Agar menghindari kebocoran informasi atau beredarnya issue yang tidak diinginkan pihak perusahaan melakukan pengawasan agar informasi tersebut tetap terjaga dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

Rabu, 19 Oktober 2011

Tugas 4

1.Dua bentuk keputusan yang tidak terstruktur dan terstruktur.Kenapa tingkatan atas lebih banyak berhubungan dengan keputusan tidak terstruktur,sedangkan manager bawah lebih banyak berhubungan dengan keputusan terstruktur?
Ø  Tingkatan atas lebih banyak berhubungan dengan keputusan tidak terstruktur karena tingkatan atas atau manager memiliki banyak pengalaman,terutama keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain agar perusahaan tersebut tidak meragukan perusahaan yang kita miliki.Dan dalam menjalin kerjasama antar perusahaaan harus memiliki tanggung jawab yang besar dengan keputusan yang telah disepakati.
Ø  Manager bawah lebih banyak berhubungan dengan keputusan terstruktur karena tingkatan bawah lebih banyak berperan sebagai perantara atasan,yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap keputusan yang telah diberikan kepada atasan.”Contoh: Keputusan dalam pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang.
2.Apa yang dimaksud dengan sistem pendukung keputusan,Jelaskan jawaban anda dengan     contoh pada kasus yang anda ketahui!
Sistem pendukung keputusan adalah suatu system yang interaktif,yang membantu mengambil keputusan melalui penggunaan data dan keputusan untuk memecahkan suatu masalah yang sifatnya terstruktur,maupun yang tidak terstruktur.
Contoh kasus:
Seorang manager yamg memiliki hak dan kewajiban untuk memberikan pengarahan kepada bawahannya dalam bentuk suatu keputusan yang telah disepakati oleh atasan,dan keputusan tersebut siap untuk dijadikan pedoman bawahan dalam melaksanakan suatu kewajiban yang telah ditentukan.Seorang bawahan menjalankan suatu perintah atasan di dalam suatu Perusahaan agar Perusahaan tersebut menjadi lebih baik.
   

Senin, 17 Oktober 2011

Tugas 3

1.Kenapa informasi harus dikelola dengan baik dan benar oleh para tingkatan manager?
Ø  Agar informasi yang disampaikan secara accurate sesuai dengan kesepakatan bersama dan dapat beroperasi secara efisien dan efektif.
Ø  Agar dalam suatu organisasi dapat meningkatkan kreasi dan improvisasi terhadap produk yang dihasilkan dan memberikan dampak positif kepadamasyarakat luas dalam mencapai pasar yang luas.
Ø  Agar informasi yang di dapat bias dipertanggungjawabkan dengan keputusan yang telah disepakati dan tidak merugikan orang lain.
2.Informasi yang dibutuhkan oleh para manager harus mempunyai nilai,yaitu: up      todate,detail,dan accurate.Coba jelaskan maksud poin-poin tersebut dan berikan contoh jawaban anda?
Ø  Up todate (Tepat waktu): Informasi tersebut datang ke penerima tidak terlambat dan memberikan informasi cepat dan dapat langsung di konsumsi public.
Contoh:
1.Membuat laporan keuangan di perusahaan yang setiap harinya harus dibuat yang akan diserahkan kepada atasannya.
2.Berita yang disiarkan di televisi yang setiap harinya membawakan berita-berita terbaru dan tepat waktu yang sengaja diberikan untuk konsumsi masyarakat luas.
3.Membuat absensi karyawan,yang setiap harinya harus di data sesuai dengan keputusan atasan.

Ø  Detail (lebih terperinci):Suatu informasi yang lebih lengkap dan terperinci yang disusun berdasarkan data yang terpecaya.
Contoh:
1.Membuat daftar recipe yang lengkap,agar dalam membuat suatu menu sama dengan yang lain dan dapat dipergunakan pada semua orang.
2.Apabila manager mengadakan rapat,materinya terlebih dahulu harus disusun secara detail dan terperinci,agar presentasinta berjalan dengan baik.

Ø  Accurate:Sumber informasi yang paten dan tidak bisa dirubah-rubah.
Contoh:
1.Manager yang telah memberikan keputusan dan tidak bisa lagi dirubah.
2.Apabila terdapat karyawan yang ingin dipecat harus memiliki sumber-sumber informasi yang jelas dan accurate.


3. Coba anda jelaskan informasi-informasi apa saja yang dibutuhkan oleh para tingkatan managerial dalam melaksanakan fungsinya dalam hal yaitu : Planning, Organizing dan Controling?
Ø  Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
Ø  Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
Ø  Pengawasan ( controlling) penemuan dan penerapan cara untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengawasan positif mencoba untuk mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efisien dan efektif. Pengawasan negatif mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak terjadi atau terjadi kembali.



Rabu, 12 Oktober 2011

Pengelola Sistem Informasi

Contoh Informasi Untuk Setiap Tingkatan Pengelola Sistem Informasi


Tingkatan manajer
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak).
1.Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen        operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
2.Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
3.Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/89/Keterampilan_manajemen.jpg/220px-Keterampilan_manajemen.jpg
1.Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
2.Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.


Senin, 10 Oktober 2011

karakteristik sistem pengrekrutan karyawan

                                            Karakteristik Sistem Pengrekrutan Karyawan



1. Pengrekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring).
    SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan.SDM selalu mengikuti perkembangan        
             terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.


a. Persiapan


Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan/ forecast akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu dan sebagainya. Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenaga kerjaan kondisi pasar tenaga kerja dan sebagainya.

b. Rekrutmen tenaga kerja / Recruitment
Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga spesifikasi pekerjaan / job specification.
c. Seleksi tenaga kerja / Selection
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup atau (CV) curriculum vittae milik pelamar. Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi lainnya.
d. Pengembangan dan evaluasi karyawan / Development and evaluation
Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
e. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai / Compensation and protection
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.
f. Jenjang karir
Jenjang karir merupakan tahapan kenaikan jabatan dalam suatu pekerjaan. Hal ini merupakan aspek yang penting bagi para karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan untuk memotifasi karyawan dalam meningkatkan kinerja mereka. Dalam hal ini perusahaan yang profesional akan menetapkan jenjang karir yang pasti bagi para karyawannya.
2. Pendidikan dan Pelatihan
Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
3. Manajemen Data
Proses pengelolaan data sehingga dapat digunakan sebagai sumber (informasi/analisis) yang dapat dipercaya untuk perorangan/ umum

1. Seleksi dan Rekrutmen.
Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanya fungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yang sesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanya sangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center.
2. Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development).

Yaitu fungsi yang menjaga kualitas sumber daya manusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
3. Compensation and Benefit.
Berfungsi untuk menyusun strategi hingga implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang mengacu pada kondisi pasar.
a. Subsistem penggajian
Masalah Gaji/Pendapatan/Imbalan Kerja bagi Karyawan merupakan hal yang sensitif dan berpengaruh langsung pada produktivitas kerja individu. Bagi Perusahaan, sistem gaji yang telah ada bukan semata-mata hanya untuk memenuhi Peraturan Pemerintah dalam kaitannya dengan Upah Minimum Regional (UMR), tetapi yang lebih penting lagi yaitu untuk menciptakan “keseimbangan/ fairnesses” antara apa yang diberikan Karyawan pada Perusahaan diimbangi oleh apa yang diberikan Perusahaan untuk Karyawannya. Hal ini tampaknya sederhana, tetapi dalam prakteknya sangatlah sulit, terlebih lagi bila Perusahaan belum memiliki Sistem Gaji yang mengacu pada “obyektivitas” beban kerja (work load) bagi para karyawannya. Apabila Perusahaan telah memiliki Sistem Gaji melalui pendekatan metode tertentu yang bersifat kuantitatif, akan sangat membantu bagi peyelenggaraan pemeliharaan SDM. Namun pada kenyataannya banyak metode kuantitatif yang ditawarkan dan setelah diterapkan tetap menimbulkan masalah bagi Perusahaan.
Hal ini biasanya timbul karena metode tersebut kurang sesuai dengan karakteristika lingkungan Perusahaan yang ada di Indonesia dimana faktor-faktor yang berkaitan dengan masa kerja dan pengakuan terhadap pengalaman kurang dipertimbangkan. Selain itu aspek perlindungan dan kesejahteraan seperti pemberian asuransi, program pensiun yang umumnya diberikan Perusahaan dan dikelola oleh Instansi lain, memiliki kaidah-kaidah yang telah diatur oleh Perundangan Ketenagakerjaan tetapi tidak selaras dengan sistem gaji yang dianut oleh Perusahaan. Untuk itu adalah sangat bermanfaat bila Perusahaan menerapkan Sistem Gaji yang komprehensif, baik dari sisi aturan Pemerintah maupun untuk menciptakan kepastian dan kewajaran/fairnesses bagi Karyawannya serta setara untuk jenis dan skala Perusahaan yang serupa. Sistem Gaji dengan pendekatan “kuantitatif” pada umumnya akan lebih mudah diterima dan difahami bagi setiap pekerjaan memiliki nilai/skor sebagai hasil pembobotan. Skor tersebut akan mencerminkan beban kerja bagi individu yang memangku pekerjaan tersebut.
b. Manfaat Sistem Penggajian
Manfaat sistem penggajian pada umumnya merupakan gabungan antara Tujuan Manajemen Perusahaan dan harapan para Karyawan seperti antara lain :
a. Sebagai daya tarik bagi tenaga kerja yang diperlukan oleh Perusahaan.
b. Memelihara keberadaan Karyawan untuk tetap bergabung dengan Perusahaan.
c. Merupakan “imbalan/kompensasi” yang setimpal atas prestasi yang telah diberikan Karyawan.
d. Mencerminkan adanya keadilan yang mendasari perhitungan pembayaran imbalan untuk setiap pekerjaan sesuai dengan perbedaan masing-masing kontribusinya pada Perusahaan.
e. Tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah.
f. Tidak melebihi kemampuan keuangan Perusahaan, tetapi juga cukup atraktif bagi perusahaan sejenis
Sedangkan manfaat khusus dengan sistem penggajian yang mendasarkan diri pada “beban kerja” (work load) dan dilakukan pembobotan secara kuantitatif, maka akan diperoleh manfaat antara lain :
• Terukur bagi setiap pekerjaan, karena masing-masing memiliki nilai/skor yang ditentukan atau disepakati secara bersama-sama.
• Mudah dilakukan penyesuaian terhadap keadaan/perkembangan ekonomi terutama atas terjadinya laju inflasi tahunan.
• Fair yaitu karena sebanding dengan karya individu yang disumbangkan untuk tempat kerjanya.
c. Ruang Lingkup Pelaksanaan
Ruang lingup penyusunan Sistem Gaji mencakup :
1. Penelitian Pendahuluan (Preliminary Survey) :
o Penelaahan Struktur Organisasi yang berlaku saat ini.
o Evaluasi Pekerjaan/Jabatan (diasumsikan Job Description/Uraian Jabatan dan Spesifikasi Jabatan telah dimiliki).
o Penelahaan berbagai jenis tugas/pekerjaan/jabatan di lapangan (on the spot).
2. Pembuatan Disain Sistem Penggjian :
o Penentuan Faktor-faktor dan Sub-faktor tugas/jabatan/pekerjaan.
o Penyusunan Skala Faktor Jabatan.
o Penyusunan Skala Gaji Pokok
3. Pembobotan Faktor dan Sub-faktor bersama-sama dengan Key Person (Counter-part).
4. Pembuatan Skala Gaji Pokok dengan dasar Pengalaman/Masa Kerja dan Latar Belakang Keakhlian.
5. Penghitungan final Sistem Gaji/Imbalan/Kompensasi.
6. Pembuatan Laporan Akhir
7. Sosialisasi (memperkenalkan) Sistem Gaji/Imbalan/Kompensasi kepada Karyawan bersama-sama Key Person masing-masing Unit Kerja.
4. Manajemen Kinerja (Performance Management).
Merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi penilaian kinerja para pegawai hingga laras dengan objective yang harus dicapai oleh organisasi.
5. Perencanaan Karir (Career Planning).
Bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan oleh kelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun dengan mempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path) atau bahkan berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya (horizontal carreer path).
6. Hubungan Karyawan (Employee Relations).
Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.
7. Separation Management.
Berfungsi untuk mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dll), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).
8. Personnel Administration and HRIS.
Biasa dikenal dengan Personalia atau Kepegawaian adalah fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.
Masing-masing pilar inilah yang akan menopang kinerja fungsi HR dalam organisasi untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

KESIMPULAN :
yaitu mengelola tentang Seleksi dan Rekrutmen, Pelatihan dan Pengembangan, Compensation and Benefit, Manajemen Kinerja, Perencanaan Karir, Hubungan Karyawan, Separation Management, dan Personnel Administration and HRIS (Human Resourches Information System)

Contoh Kasus:


Four Seasons Hotel Jakarta membutuhkan karyawan di department food produck untuk ditetapkan di bagian pastry dengan jabatan pastry chef.Persyaratan yang akan diajukan untuk menjadi pastry chef adalah:
1.Memiliki gelar D-4 atau S.ST
2.Bahasa Inggris aktif
3.Berpengalaman di bidang Food Pruduct min-2 tahun
4.Memiliki skill dan keterampilan dalam mengolah makanan




Karyawan juga terlebih dahulu diseleksi sesuai dengan standart hotel,setelah itu diadakannya pelatihan terhadap karyawan baru.Diadakannya pengembangan dan evaluasi karyawan agar memiliki kualitas tenaga kerja yang baik dan profesional.